Review Penulis Eva Stremova dari Russia untuk Semesta Horror Kembang Sukmo
BOOKSTA REVIEW
Semesta Horror Kembang Sukmo
⋆ ₊˚・₊✧⋆⭒˚。⋆ ⋆ ₊˚・₊✧⋆⭒˚。⋆ ⋆ ₊˚・₊✧⋆⭒˚。⋆
Courtesy via Komunitas Bookstagram tahun 2025
Penulis Kala Rasa, Eva Stremova di Russia / Instagram @evastremova :
Transkripsi ulasan:
Wangsul Nogo
Buku ini merupakan buku kedua dari trilogi Kembang Sukmo tulisan Mbak Keefe R.D. Jika di buku pertama kita diajak menelusuri silsilah Samara di keraton, dengan kata lain pengenalan karakter, di buku kedua kita diajak mendalami permasalahan ilmu Kembang Sukmo ini.
Pada buku kedua ini, tokoh Samara terlihat makin kuat dan makin mantap sebagai pewaris ilmu Kembang Sukmo. Meski awalnya tidak yakin akan kemampuannya sendiri, saya suka perkembangan karakter yang dibuat oleh penulis untuk tokoh Samara. Perkembangan karakternya pelan- pelan karena memang pastinya sulit percaya jika diwarisi ilmu sekuat ini oleh orang tua, terutama Samara ini tipe orang yang tidak percaya hal-hal magis.
Tokoh-tokoh di buku kedua ini beberapa masih sama dengan di buku sebelumnya, tetapi ada tambahan baru berupa Bu'Lik yang akhirnya ditemukan oleh Samara. Plus beberapa saudara dari keraton yang sontak membuat krisis kepercayaan saya mendadak membengkak. Pasalnya, orang-orang ini di depan baik, di belakang ... hanya Tuhan yang tahu. Perebutan ilmu Kembang Sukmo ini sekarang melibatkan ilmu hitam pula dan di bagian ini saru sekali mana kawan mana lawan.
Yang saya suka juga dari tokoh-tokoh di buku ini adalah penulis menampilkan sosok tokoh-tokoh ini sebagai manusia yang punya sisi baik, tetapi juga punya sisi jahat. Jadi, seorang antagonis tidak lantas nggak punya sisi baik dalam dirinya.
Penelitian soal ilmu kejawen Mbak Keefe ini nggak main-main karena suasana mistisnya dapat. Kental.
Buat para pemula yang mau membaca horor, saya rasa cocok untuk membaca buku ini karena meskipun horor, jenis horor buku ini bukan yang jump-scare alias mengagetkan atau horor yang sengaja menakut-nakuti, tapi latarnya kurang jelas (nggak jelas banget memang setan ... )
Intinya, horor ini ramah buat pembaca buku horor pemula. Juga ... nggak bikin eneg. Soalnya saya pernah baca suatu buku horor dan habis itu eneg tanpa alasan jelas, mungkin karena kebanyakan darah-darah nggak jelas kali ya ...
Bukunya memang tebal, tetapi saya berhasil menamatkan buku ini hanya dalam 2-3 hari karena memang enak buat dibalik alias page turner hehe.
Ada beberapa saltik memang yang saya temukan, tetapi nggak terlalu mengganggu.
TRILOGI KEMBANG SUKMO:
BUKU 1: KEMBANG SUKMO
BUKU 2: WANGSUL NOGO
BUKU 3: NESTAPA DEWO
⋆ ₊˚・₊✧⋆⭒˚。⋆ ⋆ ₊˚・₊✧⋆⭒˚。⋆ ⋆ ₊˚・₊✧⋆⭒˚。⋆
Transkripsi ulasan:
Nestapa Dewo
Selesai! Ini adalah buku penutup dari trilogi Kembang Sukmo karya Mbak Keefe R.D yang berhasil saya tuntaskan. Bercerita tentang Samara Nadra, gadis keturunan keraton yang diwarisi ilmu oleh mendiang ibunya, buku trilogi ini berhasil menghadirkan suasana mistis ala Jawa yang begitu kental, tetapi tanpa jumpscare apa pun. Jadi, misteri berhasil dibangun oleh sang penulis secara berangsur-angsur melalui atmosfer dan jalan cerita di dalamnya.
Samara yang menjadi yatim piatu usai sang ibu wafat merupakan gadis yang menurut saya logis. Terlepas dari latar belakangnya yang masih keturunan keraton, Samara sama sekali menolak memercayai hal-hal gaib yang menurutnya hanya sekadar mitos. Namun, kenyataan justru seakan mengolok-oloknya setelah ia mendapat warisan Kembang Sukmo plus keris Nogososro yang malah mendekatkannya dengan dunia gaib dan segala isinya.
Dari buku pertama hingga ketiga, saya suka dengan perkembangan karakter Samara yang tidak langsung serta-merta percaya pada apa yang sebelumnya ia tolak untuk percayai. Meski begitu, dari waktu ke waktu, saya merasakan Samara bertumbuh dalam tokohnya. Dari yang awalnya skeptis dan kekanakan, pada buku ketiga ini ia menjadi lebih dewasa. Saya suka sifat Samara yang blak-blakan dan mungkin karena itu ya dia nggak cocok dengan kehidupan keraton yang segalanya bertabur basa-basi dan tata krama yang ribetnya minta ampun. Saya paham perasaan Samara saat rasanya kepingin banget menjauh dari asal usul dan keluarganya yang kayaknya semua pakai topeng ini, tetapi karena tuntutan budaya dan kesopanan, terpaksa harus dekat dan menjalin silaturahmi.
Yang paling menyakitkan, saat Samara sudah menaruh percaya pada orang yang ia anggap dekat setelah ibunya, kepercayaannya malah dicabik-cabik.
Buku ini penuh dengan nuansa mistis Jawa dengan segala drama dan skandalnya di dalam keluarga keraton. Risetnya menurut saya nggak main-main karena selain berisi hal-hal mistis, ada banyak hal religius yang disisipkan tanpa kesan menggurui sama sekali. Jadi, yang baca pun nggak bakal merasa sedang dinasihati.
Melalui Gusti Bratawati yang memang kayaknya justru banyak di dunia ini terutama di sekeliling kita, kita bisa melihat betapa buruk terkadang sifat manusia itu, terutama jika sudah dibayang-bayangi ketamakan. Mau saudara, mau teman, mau anak, mau bapak, mau ibu, semua bakal diterjang demi memenuhi ambisi dan hasratnya sendiri.
Penasaran? Yuk baca sendiri hihi. Cocok buat kamu yang pengin bacaan seram-seram tanpa setan-setan yang mendadak muncul atau setan poci dan lain sebagainya. Jadi, aman banget pokoknya.
⋆ ₊˚・₊✧⋆⭒˚。⋆ ⋆ ₊˚・₊✧⋆⭒˚。⋆ ⋆ ₊˚・₊✧⋆⭒˚。⋆
Transkripsi ulasan:
Mistis Kuncen
Selesai !! Ini adalah buku kedua, sambungan dari prekuel 1, Mistis Rimak. Buku kali ini mengisahkan kehidupan Renata Kusuma usai kejadian Mistis Rimak. Setelah ia diikuti oleh anak-anak irang. Bagian mana yang bikin terkejut? Pokoknya baca ajaaa, dijamin seruuu.
Berbeda dengan buku 1 yang latarnya banyak di hutan Kalimantan dan Jakarta. buku 2 mengambil latar di Solo. Mistisnya berasa, tetapi bukan model mengagetkan ala jumpscare.
Akhirnya membuatku terkejud sangat. Agak nggak rela sebagai pembaca, tapi yaaa memang harus begitu yaaa Mbak @keefe_rd π₯²π₯²
⋆ ₊˚・₊✧⋆⭒˚。⋆ ⋆ ₊˚・₊✧⋆⭒˚。⋆ ⋆ ₊˚・₊✧⋆⭒˚。⋆



Comments
Post a Comment